
BEKASI – Seiring dengan perkembangan perusaaan yang semakin pesat, PT Kimia Yasa menyadari sepenuhnya tantangan yang dihadapi karyawan, yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Karena itulah, melalui Department Training and Development, PT Kimia Yasa terus menggenjot berbagai pelatihan dalam rangka menciptakan karyawan yang unggul dalam bidangnya masing-masing dan adaptif terhadap perubahan.
Manager Training Kimia Yasa, Kurnia Ayuningtias, menjelaskan pihaknya telah menyusun dan melaksanakan berbagai training di semester pertama Tahun 2026 ini.
“Materi pelatihan kita susun berdasarkan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, pelatihan untuk karyawan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Kurnia 25 Juli 2026 kemarin.
Sejumlah pelatihan yang dilaksanakan antara lain refreshment dan pendalaman berbagai modul di aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) yang sangat penting dalam menunjang aktivitas pekerjaan karyawan sehari-hari.
Menurutnya, digitalisasi dalam berbagai aspek dan dimensi kerja, yang terkoneksi dalam sistem terpadu, tidak semata untuk kebutuhan pelaporan yang realtime, namun juga mempermudah proses pengambilan keputusan managemen.
Selain itu, ada juga pelatihan untuk tenaga marketing hingga pengenalan Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3. Training B3 tidak kalah penting mengingat PT Kimia Yasa, selain fokus pada penjualan Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi, juga berkecimpung dalam bidang petrokimia.
Kurnia menekankan, terkait B3, managemen juga menyadari urgensi Sertifikasi Awak Kendaraan Barang Berbahaya/Beracun (AAKB). Dengan demikian seluruh driver memiliki standar dalam pengiriman B3, sehingga lebih aman.
Lalu Training Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). “Ini sebagai wujud keseriusan perusahaan atas keselamatan dan kesehatan pekerja. Sehingga mereka bisa konsen pada tanggungjawabnya karena tetap merasa aman dan nyaman,” papar Kurnia.
“Training lainnya adalah On Boarding Traning untuk karyawan baru. Mulai dari staff, kepala gudang hingga manager. Tentu dengan trainer-trainer yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya masing-masing,” tambahnya. (*)
