
PT Kimia Yasa turut mendukung program pemerintah lewat Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi karyawan Kantor Kapasan, Surabaya, Sabtu (31/10/2026). Peserta yang terdaftar 38 orang, tetapi yang hadir membeludak menjadi 47 orang.
Kegiatan ini hasil kerja sama perusahaan dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Tambakrejo. Pemeriksaan berlangsung di Ruang Meeting Lantai 3 Gedung Kapasan 19 dan dijadwalkan pukul 08.30-12.00 WIB.
Manager HSE PT Kimia Yasa Ricky Yusdianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah. “Perusahaan bekerja sama dan ikut menyukseskan program pemerintah,” ujarnya.
Peserta menjalani pemeriksaan antropometri yang mencakup berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan indeks massa tubuh. Mereka juga menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta skrining mata, telinga, dan gigi. Menurut Ricky, parameter tersebut merupakan parameter dasar untuk skrining kesehatan seseorang.
Karyawati juga dapat mengikuti skrining kanker leher rahim. Ricky menyebut skrining itu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan organ vital pekerja perempuan.
dr. Mei Vita Sari, penanggung jawab pemeriksaan IVA dan HPV DNA dari Puskesmas Tambakrejo, menjelaskan bahwa CKG merupakan program Kementerian Kesehatan. Menurut dia, pemeriksaan IVA diperuntukkan bagi karyawati usia 30-50 tahun, atau yang lebih muda dan sudah aktif secara seksual. Adapun pemeriksaan HPV DNA diperuntukkan bagi perempuan usia sekitar 50 hingga 69 tahun.
Syarat pemeriksaan IVA, kata dr. Mei Vita Sari, adalah tidak sedang hamil, tidak sedang haid, dan tidak berhubungan seksual tiga hingga empat hari sebelumnya. Hasil IVA dapat diketahui pada hari yang sama. Sementara itu, sampel HPV DNA dibawa ke Labkesda sehingga hasilnya keluar dalam satu hingga dua minggu.
Salah satu peserta, Muhammad Fahrurrazi dari divisi Monitoring, mengatakan belum berkesempatan hadir pada cek kesehatan kantor bulan Agustus 2026, sehingga kali ini ia menyempatkan diri ikut. “Dengan kegiatan ini, saya akhirnya tahu bagaimana kondisi tubuh saya sehingga bisa mengatur pola makan dan lebih menjaga kesehatan,” ujarnya. Ia berterima kasih atas program yang diberikan perusahaan.
Soal kegiatan lanjutan, Ricky memastikan program terpisah pasti ada. Adapun untuk kegiatan yang berkolaborasi dengan pemerintah, perusahaan menunggu model dan peluang kerja sama di kemudian hari.
Ia mengimbau seluruh karyawan memperhatikan aspek kesehatan. “Jaga kesehatan agar tetap produktif selama bekerja,” katanya. Upaya yang bisa dilakukan antara lain menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mengatur pola makan, memastikan konsumsi gizi yang sehat, dan menyempatkan berolahraga di sela aktivitas mingguan.
